Rabu, 10 Desember 2014

SBY sebagai Atasan, Sahabat dan Mentor

Sebagai staf khusus Presiden, saya mengerti sekali yang dimaksud Alan Greenspan. Bagi seorang political scientiest seperti saya, tidak ada yang melebihi adrenalin pengabdian di pusat kekuasaan negara. Setiap hari, saya menyaksikan dan merasakan jam sejarah berputar.
Dari manapun anda datang, Indonesia akan tampak sangat beda kalu dilihat dari istana : lebih besar, lebih membingungkan. Wimar Witoelar benar sekali dengan pengakuannya bahwa ia sama sekali dengan pengakuannya bahwa ia sama sekali tidak pernah menyesal - 'No regret', judul bukunya - dalam mengabdi kepada Presiden Abdurahman.
Saya pertama kali bekerja sama dengan SBY sewaktu beliau mengunjungi Washington DC tahun 2000. Misi SBY waktu itu adalah untuk bertemu dengan Menlu AS Madelleine Albright, yang terkenal galak dan waktu itu sangat keras pada Indonesia karena peristiwa pembunuhan terhadap seorang warga Puerto Rico yang  sedang bekerja untuk PBB di Atambua. Tugas saya adalah membantu menyiapkan talking points SBY. Sewaktu membahas  talking points itu, salah satu senior saya mengkritik butir wicara yang saya susun. Namun SBY tetap bersikeras mempertahankan masukan saya. SBY memperhitungkan suasana batin pertemuantersebut, dan ini mau tidak mau mempengaruhi nada dari pesan yang disampaikan. Namun misi yang diemban SBY tercapai. Sebagaimana di depan Dewan Keamanan PBB, di New York yang sangat kritris terhadap Indonesia, SBY dengan 'firm' menjelaskan peristiwa yang sesungguhnya yang terjadi di Atambua tersebut, sementara DK PBB termasuk Menlu AS memiliki presepsi dan Informasi yang berbeda.
Waktu itu, saya seudah mendeteksi suatu yang beda dalam diri SBY. Beliau sangat serius, tidak suka membuang waktu, dan mampu membaca situasi dengan tepat. Beliau tidak menyukai sikap 'asal bapak senang' selalu menuntut agar di-briefing apa adanya. Beliau juga sangat mission oriented, mungkin karena latar belakang militernya.
Saya sungguh percaya bahwa cara terbaik untuk mengembangkan diri adalah dengan cara mencari mentor. Ilmu yang bisa diserap dari satu mentor bisa menyamai ratusan buku dan duduk bertahun-tahun dibangku kuliah.

sumber : harus bisa Dr. Dino Patti Djalal

Selasa, 09 Desember 2014

MENGUBAH BAHASA, MENGUBAH NASIB

Bagaimana menyadari dan mengubah bahasa berdampak pada hidup anda? Perkenankan saya memberi beberapa contoh :
Elaine sudah saya kenal selama bertahun-tahun. Ia seorang grafologis dan analisis tulisan tangan yang terkenal, selalu sibuk dan berpindah-pindah di sebagian besar area kehidupannya. Selama ini ia enggan membeli rumah sendiri, ia memunculkan banyak alasan tentang mengapa ia tidak bisa membayar uang muka. Dengan menggunakan alat-alat untuk mengubah pikiran dan bahasanya, pengalamannya berubah dramatis.

Mengubah kata-kata seperti "masalah" dan "buruk" menjadi "kesempatan", "kesempatan", "tantangan", "semangat", dan kata-kata serupa telah membantu saya mengubah percakapan saya sendiri dan mengubah percakapan saya dan pola pikir saya. Dengan menyadari pola pola bahasa saya sendiri dan mengubahnya, saya menemukan hidup lebih jauh lebih mudah, dan kemakmuran saya meningkat uang muka untuk apartemen, dan tabungan saya sudah cukup untuk membayar tunai pada saat apartemen itu dibangun.
 
Joanne, seorang konsultan pelatihan dan pemilik perusahaan, datang kepada saya untuk mendapatkan sertifikasi sebagai hipnoterapis untuk meningkatkan keterampilannya. Selama pelatihan yang berlangsung tujuh hari, kami memainkan sebuah permainan. Setiap orangf mendapatkan dua puluh koin pada hari pertama. Para peserta diberitahu bahrenergi rendawa jika mereka menggunakan sebuah kata berenergi rendah, mereka akan menyerahkan satu koin kepada orang yang menemukan perkataan berenergi rendahnya. Si penemu ini akan berkata "Ganti!" dan orang yang ditemukan menggunakan kata berenergi rendah harus mengganti kata itu dengan kata berenergi tinggi. Jika seseorang menemukan dirinya sendiri menggunakan kata berenergi rendah sebelum orang lain mengetahuinya (misalnya, mereka berkata : "sulit...ooh! Seharusnya tidak mudah!"), mereka bisa meminta satu koin dari orang lain, dengan demikian mendorong setiap orang untuk menggunakan kata-kata yang mereka gunakan. Semua peserta tanpa kecuali memulai hari pertama dengan bersiteguh bahwa mereka adalah pembicara dan pemikir yang positif jadi mereka tidak perlu bermain!
Joanne sama sekali tidak menyukai permainan ini dan ingin berhenti setelah dua hari pertama. Sebagai pembicara dan pelatih, ia menghabiskan hidupnya berbicara kepada orang-orang dan mengajukan pertanyaan. Tetapi, selama permainan ini ia tidak mau bicara karena ia tidak bisa menjaga koinnya begitu ia membuka mulutnya! ia mengatakan kepada saya bahwa dari permainan itu ia segera tahu bahwa ia samasekali tidak berbicara secara positif, dan bahwa ia sering menggunakan kata-kata berenergi rendah. Ia menyadari bahwa kerap orang-orang tidak memahami apa yang dikatakannta atau dimaksudkannya karena bahasa negatifnya.
Pada minggu kedua, dengan main-main ia berkata kepada murid lain bahwa ia kehiklangan suaranya sejak memainkan permainan itu. Yang menakjubkan, ia benar-benar kehilangan permainan itu. Yang menakjubkan, ia benar-benar kehilangan suara karena radang tenggorok, yang muncul tiba-tiba ketiaka ia terbang ke Vancouver untuk memberi seminarnya sendiri. Selama tiga hari pelatihan ia terus berbicara kepada dirinya sendiri tentang betapa enaknya perasaannya dan betapa jernih suaranya, untuk memastikan bahwa ia bisa menyelesaikan pelatihannya. Dan ia berhasil.

Joanne menulis surat untuk mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada saya, 

Sungguh menakjubkan bagaimana mengubah bahasa dan pikiran telah begitu berdampak pada hidup saya, baik untuk diri saya sendiri, kesehatan saya, dan interaksi saya dengan keluarga dan rekan bisnis, serta pelanggan saya . Aakibatnya, saya jauh lebih positif.

Bila engkau menyadari betapi berdayanya pikiran-pikiranmu,
engkau tidak akan pernah mau memikirkan satu pikiran negatif pun 
-Mildred Norman Ryder
alias Peace Pilgrim (1908-1981)

Keajiban Benak

Akal Sadar Anda :
  1.   Menyadari apa yang dipersepsinya.
  2.  Berkontak dengan realita melalui indra-perabaan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pencicipan.
  3. Mengumpulkan dan memilih informasi untuk mengirimkannya ke akal bawah sadar.
  4. Dapat berkomunikasi dengan kesadaran universal atau kesadaran super (Tuhan / Akal Universal) hanya melalui akal bawah sadar-ia tidak mempunyai hubungan langsung ketika hadir pikiran-pikiran berenergi rendah atau keyakinan-keyakinan yang membatasi.
  5. Menguji probabilitas untuk memutuskan tindakan apa yang akan diambil ; ia dapat berpikir, secara deduktif (Anda memikirkan sesuatu)
  6. Adalah pembuat keputusan dan penilai.
  7. Mengkaji ulang dan menilai informasi, menari kesimpulan, dan menyajikan kesimpulan-kesimpulan itu kepada akal bawah sadar untuk disimpan.
  8. Membuat generalisasi ; ia bisa berpikir secara induktif (membuat anda berpikir)
  9. Senang menganalisis dan mengelompokkan.
  10. Meminta informasi dari ingatan bawah sadar ; seringkali dari kedalaman yang sangat jauh ; kekuatan kehendak saja tidak cukup untuk mengubah informasi.
Akal Bawah Sadar Anda :
  1. Beroperasi dan mempertahankan kesehatan dari tubuh fisik (tugas atau arah utamanya)
  2. Memiliki hubungan langsung dengan kesadaran super / akal bawah sadar kolektif/. Tuhan / kesadaran Universal.
  3. Menyimpan dan menyusun ingatan- ia mengingat segala sesuatu 
  4. Menyimpan emosi-emosi di dalam tubuh fisik (menekan emosi berenergi rendah yang kuat untuk kelak disajiakn kepada akal sadaragar diselesaikan).
  5. Memelihara naluri genealogikal.
  6. Mencipta dan mempertahankan pola-pola dengan upaya terkecil.
  7. menggunakan metafor dan imajinasi untuk menciptakan masa depan bersama dengan akal sadar-berkomunikasi dengan simbol.
  8. Menerima arah dari akal sadar -hanya akan menerima usulan dari seseorang yang menghargainya.
  9. Menerima segalanya secara harifiah dan personal.
  10. Tidak memproses perintah negatif
Sumber :  Yvonne Oswald

Senin, 08 Desember 2014

KEKUATAN KESADARAN

Aku berusaha membebaskan pikiranmu, Neo.
Tetapi aku hanya bisa menujukkan pintu. Kamu sendirilah yang harus berjalan melewatinya.
-Morpheus dari The Matrix

Kekuatan Kata : Kunci Sukses Anda

Mengapa sangatlah penting bagi kita untuk memahami diri sendiri dan menyadari proses diri kita ? Karena kita menciptakan dunia kita sendiri dengan pikiran dan kata-kata kita. Anda adalah Tuan Pencipta hidup Anda sendiri. Mungkin karier, relasi, kemakmuran, kesehatan dan harga diri Anda? Untuk memperbaiki situasi Anda diperlukan satu atau dua hal : ada sesuatu yang lebih Anda ketehaui tentang diri Anda sendiri atau situasi, atau tiba saatnya di dalam diri untuk menggambarkan pengalaman Anda.
Pikiran Anda senyata kursi yang sedang Anda duduki. Jadi berhati-hatilah. Akal anda sedang mendengarkan dan merespons, karena ia mengikuti apa yang ia yakini sebagai hasrat Anda. Sekarang ini juga, kata-kata, simbol, simbol dan gambar yang Anda pilih untuk berada di dalam kepala Andapada saat ini, sedang merencanakan masa depan Anda. 90% dari diri Anda dan mengendalikan segala sesuatu yang lain, termasuk pernapasan, pencernaan, emosi, dan mekanisme pertahanan hidup. Akal bawah sadar juga bertanggung jawab untuk mendatangkan lebih banyak dari apapun yang Anda fokuskan.
Anda bisa memilih untuk menggunakan energi Anda sendiri untuk hasil-hasil yang lebih baik atau yang tidak memberikan inspirasim, bergantung pada bagaiman Anda mengalami peristiwa-peristiwa hidup.
Semakin besar keingintahuan Anda untuk menemukan pola-pola pikir dan bahasa yang terus bermunculan, dan apa sebabnya, Anda akan semakin mudah mengubahnya.
Anda adalah guru dan pelatih benak Anda sendiri. Jika Anda tidak mendapatkan respons atau hasil yang anda  inginkan di dalam hidup, mungkin itu berarti Anda perlu mempertimbangkan untuk menyederhanakan dan memperjelas bahasa Anda sehingga akal Anda bisa lebih mengerti pesannya dan menciptakan apa yang Anda butuhkan.

Instruksikan Akal Anda untuk Membangun Hidup Anda

Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang, telah melakukan penemuan-penemuan yang patut dicatat tentang relasi antara pikiran dan materi dengan menggunakan kristal-kristal air. Ia menemukan bahwa kristal-kristal air tersebut berubah ketika pikiran-pikiran yang spesifik dan terpusat di arahkan kepada mereka. Misalnya ketika ia menyajikan kata-kata dan musik yang indah (tertulis atu dicapkan) untuk membentuk kristal-kristal air, ia mengamati bahwa air berkembang ke dalam pola-pola yang kompleks, indah, dan berwarna-warni, seperti serpih salju. Air yang dipaparkan terhadap pikiran berenergi rendah, misalnya emosi negatif (takut, marah, dan sebagainya) memiliki pola-pola berwarna buran dsan tidak simetris. Dari penelitian ini dan penelitian serupa lainnya, mudah dibayangkan bagaimana kata-kata dan pikiran berdampak sama pada tubuh manusia karena 70% dari tubuh kita adlah air, sebagaimana bumi sendiri.
Dr. Ebi Taebi adalah seorang dokter pengobatan naturopati dari Kanada dan spesialisasinya adalah kanker, penyakit menahun, dan depresi. Ia mulai sengaja menggunakan kata-kata berenergi tinggi, dan ia melaporkan kepada saya bahwa ini mengubah seluruh sikapnya hanya dalam waktu tiga bulan. Ia juga mengamati perubahan pada pasien-pasiennya. Ia melihat hasil yang "ajaib" pada kasus-kasus depresi dan hasil penyembuhan yang menakjubkan dengan mengajarkan kliennya untuk mengganti kata-kata mereka. Ia juga mendapatkan hasil yang paling cepat dalam praktek hariannya, dan pasien-pasiennya sepertinya jauh lebih optimis. Sebagai hasil sampingan yang menyenangkan, jumlah klien dan penghasilannya juga meningkat karena orang-orang lebih tertarik padasikap riangnya dan dengan senang hati merekomendasikannya kepada orang-orang lain.
Anda memutuskan untuk menyingkirkan hambatan, tetapi seberapa cepat  Anda bisa menghadapi mereka dan melewatinya. Bayangkan saja bagaimana hidup Anda akan membaik apabilla sekarang Anda memilih untuk mengubah respons Anda terhadap peristiwa-peristiwa dan mulai berhubungan dengan dan mengklaim kembali daya yang sangat besar dari akal bawah sadar Anda, membuka ruang untuk sukses.

Orang-orang akan percaya bahwa mereka dapat melakukan sesuatu dan orang-orang yang percaya bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu, sama-sama benar.
-Henry Ford

Sumber : Keajiban kata-kata Yvonne Oswald

Minggu, 07 Desember 2014

THE RULES OF MANAGEMENT

Buku : Richard Templar

Aturan 1
Usahakan mereka terlibat secara emosional.
"Kerjakan sesuatu karena bagus, bukan sekedar karena memiliki peluang untuk berhasil."
Vaclav Havel, Presiden Republik Czech

Setiap orang sebenarnya ingin dihargai dan berguna. Orang yang sinis akan menyebutnya omong kosong, tetapi hal ini benar. Anda hanya harus menjangkau lebih dalam. Anda akan menemukan kepedulian, perasaan, perhatian, tanggung jawab dan keterlibatan.
Pastikan Anda sendiri yakin dulu sebelum mencobanya pada tim anda. Apakah anda percaya pekerjaan anda menghasilkan pengaruh yang positif.
" YAKINKAN MEREKA - KARENA HAL INI MEMANG - BAHWA MEREKA MEMBUAT PERBEDAAN."

Rabu, 03 Desember 2014

HARUS BISA!

SENI MEMIMPIN A LA SBY

Catatan harian
Dr. Dino Patti Djalal

01. Dalam Krisis, Pemimpin Harus Ada Selalu Di Depan
"Tempat  saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah, Saya akan meneruskan perjuangan." #Panglima Besar Jenderal |Soedirman

Pagi itu, tanggal 26 Desember 2004 satu hari setelah natal. Waktu itu, mulai terdengar berita samar-samar mengenai gempa di Aceh. stsaf presiden umumnya merasa baahwa gempa di Aceh mungkin tidsak serius gempa Nabire yang parah. Namun presiden SBY tidak mau berasumsi tanpa dasar dan meminta agar berita ini decek dan ricek terus. Beliau terus mendapat laporan dari Wapres, selain dari Kapolri dan Panglima TNI. 
Ada dua pendapat yang timbul. Pendapat pertama, dimana Presiden sebaiknya pulang dulu ke Jakarta, dan jangan ke Aceh. Pertimbangannya bermacam-macam.
  • kondisi korban dan kerusakan di Aceh masih belum jelas.
  • khawatir kedatangan rombongan Presiden akan merepotkan petugas di lapangan.
  • masih belum diketahui apakah ada bandar udara di Aceh dimana pesawat Presiden akan mendarat.
  • secara politis dan psikologis, akan sulit apabila Presiden mendarat di Aceh sementara bantuan darurat kemanusiaan Pemerintah pusat belum tiba di Aceh.
  • Kedatangan di Jakarta bisa memberi waktu untuk mempersiapkan kunjungan presiden ke Aceh lebih matang.
Dalam keadaan yang serius, dan bisa menjadi krisis nasional, Presiden SBY segera mengambil keputusan "ini keadaan serius, oleh karena itu saya harus segera kedepan".
Angka kematian yang semamlam sebelumnya sekitar 60, hari itu naik menjadi ratusan, dan bahkan ribuan. Setiap jam, semakin terkuak bahwa ini adalah malapetaka yang maha dasyhat.
Keesokan harinya, Presedin SBY dan Ibu Ani menjadi lebih shock melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan. Hari itu Presiden mengelilingi Banda Aceh, mengunjungi Masjid Baiturahman, melihat rumah sakit yang penuh dengan pasien, memandang ribuan rumah dan gedung yang hancur, menyaksikan tumpukan mayat yang membusuk.
Disinilah terbukti bahwa keputusan Presiden SBY untuk segera maju ke depan dan tiba di Aceh pada hari ke dua setelah tsunami adalah  keputusan yang tepat dan strategis bagi proses pembuatan kebijakan Pemerintah setelahnya.
Pertama, SBY dapat melihat sendiri skala kematiuan dan kerusakan akibat gempa dan tsunami.
Kedua, kehadiran Presiden SBY berdampak mengangkat semangat petugas di lapangan yang waktu itusangat terpukul, baik karena kehilangan keluarganya, kehilangan keluarga mereka, maupun karena mata rantai komando yang bercerai-berai.
Ketiga, walaupun siaran radio, televisi, dan telepon lumpuh, kehadiran Presiden penting utntuk menunjukkan kepada rakyat Aceh bahwa Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh dan dukungan total untuk membantu mereka keluar dari bencana ini.
Keempat, Presiden SBY memungkinkan membuat penilaian yang diperlukan untuk menentukan rencana aksi poemerintah pusat, terutama operasi gawat darurat.
Begitu kembali ke Jakarta, Presiden segera menggelar rapat kabinet darurat dimana SBY dapat memberi instruksi yang tepat, jelas, praktis dan responsif terhadap kondisi aktual di lapangan, Mengirim bantuan TNI dan Polri untuk operasi penyelamatan dan tanggap darurat, mengirim KRI ke Meolaboh, dan Hercules ke Banda Aceh, mencari ribuan kantong plastik, mencari kuburan massal untuk jenazah yang ditemukan, mengirim BBM, makanan dan air bersih, menghidupkan kembali listrik dan jalur telepon, menentukan jumlah tenda yang dibutuhkan untuk pengungsi, mengirim dokter tambahan, mengirim truk dari Medan. Semua ini adalah keputusan matang yang lahir dari kunjungan Presiden SBY ke Aceh.

Selasa, 25 November 2014

101 HUKUM SUKSSES

KEGAGALAN

"Anda Bisa Melakukannya Kalau Anda Yakin Anda Bisa!"

Dalam keadaan biasa, istilah "kegagalan" adalah istilah yang negatif.
Pertama mari kita membedakan antara "kegagalan" dan "kekalahan sementara." Mari kita melihat bahwayang demikian sering dipandang sebagai "kegagalan" sebenarnya hanyanlah "kekalahan sementara." lebih dari itu, mari kta melihat apakah kekalahan sementara ini bukan justru berkat tersamar, dimana kekalahan sementara menyentak kita dan mengarahkan kembali energi-energi kita secara lebih positif.
Mungkin saya bisa membantu menafsirkan makna kekalahan dengan mennceritakan beberapa pengalaman pribadi saya selama tiga puluh tahun. Setelah itu saya telah tujuh kali sampai pada titik balik, yang oleh mereka yang tidak berpengetahuan disebut "kegagalan." pada setiap titik balik ini, saya menyangka bahwa saya gagal, akan tetapi sekarang saya mengetahui apa yang tampak sebagai kegagalan itu ternyata tidak lebih dari tangan yang tidak kelihatan, yang murah hati, yang menghentikan saya dengan hikmat besar dan memaksa saya mengarahkan ulang upaya-upaya saya ke jalan yang lebih menguntungkan.

TITIK BALIK PERTAMA

  Setelah lulus dari perguruan tinggi bisnis, saya mendapatkan posisi sebagai juru steno dan justru pembukuan yang saya jalani selama lima tahun. |Berkat kebiasaan melakukan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik daripada yang dibayar, saya lebih cepat maju hingga saya diberi tanggung jawab dengan upah yang jauh lebih besar daripada yang lazimnyabagi orang seusia saya ketika itu. Saya menabung dan saldo rekening bank saya mencapai hingga beberapa ribu dollar ketika itu. Reputasi saya cepat menyebardan banyak pihak yang menawarkan posisi kepada saya.
Untuk menghadapi persaingan seperti itu, majikan saya mempromosikan saya ke Manajer Umum tambang dimana saya dipekerjakan.
Saya cepat sekali meraih puncak sukses dan saya sudah menduganya, ah! akan tetapi demikianlah bagian menyedihkan dari nasib saya dan saya sudah menduganya.
Lalu nasib yang murah hati menjangkau dan mengusik saya. Majikan saya kehilangan keberuntungannya dan saya kehilangan posisi saya. Demikianlah hal-hal yang luar kuasa saya, seharusnya saya belajar dari pengalaman ini, sayangnya saya baru belajar beberapa tahun kemudian.

TITIK BALIK KEDUA

 Posisi kedua saya sebagai Manajer Penjualan bagi sebuah pabrik kayu yang besar di wilayah Selatan. Kemajuan saya pesat, upah saya dua kali dinaikkan selama tahun pertama saja. Prestasi saya sangat baik dalam manajemen penjualan sehingga majikan saya menjadikan saya mitranya. Kami mulai meraup keuntungan dan saya mulai melihat diri dari puncak sukses lagi!
 "Berdiri di puncak sukses" memberikan sensasi mengagumkan, akan tetapi berbahaya sekali Anda berdiri di sana, kecuali Anda berdiri dengan teguh, sebab kejatuhannya demikian menyakitkan kalau Anda sampai tersandung.
Tangan Nasib yang tidak kelihatan memungkinkan saya memungkinkan saya membanggakan kesiaan saya sendiri hingga saya mulai merasa diri penting. Mengingat tahun-tahun yang menyadarkan saya kemudian, saya bertannya-tanya , apa Tangan yang Tidak kelihatan ini tidak sengaja membuat kita, manusia-manusia bodoh,membanggakan kesia-siaan diri, hingga kita melihat betapa tidak puas tindakan kita dan menjadi malu sendiri.
Sayang! nasib menunggu di tikungan jalan saya, seperti sambaran petir yang tiba-tiba dari langit yang cerah, kepanikan pada tahun 1907 meyapu saya dan dalam semalam bisnis saya hancur dan setiap dolar yang saya miliki lenyap.
Demikianlah kekalahan serius saya yang pertama! saya keliru menganggapnya sebagai sebagai kegagalan, padahal bukan sebelum saya mengakhiri pelajaran ini saya akan menjelaskan mengapa demikian



TITIK BALIK KETIGA


Karena kepanikan dan pada tahun 1907 dan kekalahan yang dialami, saya mengalihkan upaya-upaya dari bisnis perkayuan kestudi hukum.
Ketika kuliah dibidang hukum, saya menjalani dengan keyakinan teguh bahwa saya akan dua kali lebih siap mengejar ekor pelangi dan meraih pundi emas saya, sebab saya masih belum mempunyai konsepsi sukses yang lain selain uang dan kuasa.
Saya kuliah hukum pada waktu malam dan pada siang hari bekerja sebagai pramuniaga mobil. Pengalaman saya menjual dalam bisnis perkayuan ternyata memberikan keunggulan. Saya cepat maju, sangat berprestasi sehingga datanglah kesempatan untuk menekuni bisnis pembuatan mobil. Saya melihat kebutuhan akan mekanik mobil yang terlatih, oleh karenanya saya membuka departemen pendidikan di pabrik dan mulai melatih mekanik biasa merakit dan mereparasi mobil, dan dengan keuntungan bersih lebih dari seribu dolar per bulan.
Bankir saya mengetahui bahwa saya maju, oleh karenanya bersedia meminjamkan uang untuk melakukan ekspansi. Ciri aneh para Bankir-ciri yang mungkin kurang lebih juga berkembang pada diri kita-adalah bahwa mereka bersedia meminjamkan uang tanpa ragu ketika kita makmur!
Bankir saya banyak meminjamkan uang hingga saya banyak berhutang, lalu ia mengambil bisnis saya dengan tenang, seolah-olah memang miliknya, yang ternyata memang demikian!
Dari posisi sebagai seseorang yang menerima pendapatan lebih dari seribu dolar per bulan, saya tiba-tiba menjadi miskin.
SALAH seorang pemimpin terbesar yang pernah hidup menyatakan rahasia kepemimpinannya sebagai berikut :"kemurahan hati adalah lebih besar kuasanya daripada pemaksaan".
Dua puluh tahun setelah itu, saya bersyukur pada Nasib atas perubahan yang dipaksakan tersebut, sebab kekalahan tersebut membantu saya mengembangkan pengenalan akan diri sendiri ataupun orang lain, dan mengarahkan upayta-upaya saya ke dalam saluran yang membawakan pengalaman kaya yang memang saya butuhkan. Untuk pertama kalinya seumur hidup saya mulai menanyakan kepada diri sendiri, apa tidak mungkin saya menemukan sesuatu yang bernilai selain uang dan kuasa.

TITIK BALIK KEEMPAT


Karena keluarga istri saya berpengaruh, saya ditunjuk sebagai asisten kepala penasehat bagi salah satu perusahaan batu bara terbesar di dunia saat itu. Upah saya jauh lebih tinggi dibandingkanyang biasanya dibayarkan kepada asisten pemula.
Tanpa berkonsultasi dengan teman-teman, keluarga, saya tiba-tiba mengundurkan diri.
Saya mengundurkan diri karena pekerjaan tersebut terlalu mudah dan saya melakukannya dengan sedikit upaya. Saya memperoleh pendapatan yang memenuhi segalakebutuhan dan juga beberapa kemewahan, termasuk mobil dan bahan bakar yang cukup untuk menjalankannya. Langkah ini ternyata merupakan titik terpenting kedua dalam hidup saya, walaupun titik balik ini diusul dengan sepuluh tahun upaya yang membawa segala duka yang mungkin dialami manusia.
Janganlah menerima kekalahan apapun sebagai kegagalan hingga Anda mempunyai cukup waktu untuk menganalisis hasil akhirnya.
Membanggakan diri sungguh merupakan kondisi pikiran yang berbahaya. Ingatlah ketika segalanya menantang Anda, dari segala ekspresi wajah Anda, Ekspresi sukacitalah yang paling kuat memancar dari diri anda.


TITIK BALIK KELIMA

Saya telah meraih rekor yang demikian baik sebagai manajer periklanan sekolah korespondensi ini sehingga sang kepala sekolah meyakinan saya untuk mengundurkan diri, lalu menyertainya menekuni bisnis pembuatan gula-gula. Kami mengorganisasikan Betsy Ross Candy Company dan saya menjadi direkturnya yang pertama, memulai titik balik terpenting dalam kehidupan saya.
Bisnis ini tumbuh sangat pesat hingga kami mempunyai kelompok toko di delapan belas kota besar. Segalanya berjalan lancar hingga rekan bisnis saya dan orang ketiga yang telah kami ajak bermitra, berkeinginan mengambil alih kepemilikan bisnis saya tanpa membayarnya. 
Untuk pertama kalinya saya mulai sadarbahwa hati manusia sungguh kejam, tidak adil dan tidak jujur. 
Kejadian ini mengakibatkan putusnya hubungan diantara rekan-rekan bisnis saya dengan diri saya, yang akhirnya mengakibatkan saya kehilangan kepemilikan di dalam bisnis tersebut. akan tetapi hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerugian yang harus ditanggung oleh rekan-rekan saya, sebab mereka masih membayar dan pasti akan terus membayar  seumur hidup mereka.
Pada waktunya saya mendapatkan ganti rugi dari mantan rekan bisnis saya tersebut. Dan saya sebenarnya bisa meminta mereka dipenjarakan. Untuk pertama kalinya seumur hidup saya, saya mendapatkan kesempatan untuk membalas musuh-musuh saya dengan cara menyakitkan.
Akan tetapi, sungguh aneh perasaan yang melanda saya! Apa saya mau meminta musuh-musuh saya dipenjarakan, atau apa saya mau menggunakan kesempatan itu untuk memberikan belas kasihan kepada merek, sehingga membuktikan diri bahwa saya bukan sembarang orang?
Ketika itulah diletakkan di dalam hati saya, ada landasan yang menjadi dasar Pelajaran Aturan Emas, sebab saya memutuskan untuk membiarkan musuh-musuh saya bebas-dengan memberi mereka belas kasihan dan pengampunan.
Mungkin kita bisa mengelak dari hukum-hukum buatan manusia, tetapi kita tidak akan pernah dapat mengelak dari Hukum Kompensasi! Kita tidak akan ketakutan lagi atau berusaha lari dari pengalaman-pengalaman yang menguji seandainya kita memperhatikan dari biografi tokoh terkenal, bahwa hampir setiap tokoh tersebut diuji dengan berat dan mengalami pengalaman yang tidak berbelas kasihan sebelum pada akhirnya mereka tiba.


TITIK BALIK KEENAM

Sekarang kita sampai pada titik balik yang mungkin lebih mendekatkan saya pada ekor pelanginya dibandingkan dengan titik-titik balik lainnya. Titik balik ini datang tidak lama setelah mimpi sukses saya didalam bisnis gula-gula itu hancur, ketika saya mengalihkan perhatian saya untuk mengajar Periklanan Penjualan sebagai departemen salah satu perguruan tinggi di MiddleWest. Ada filsufnyang mengtakan bahwa kita tidak pernah belajar terlalu banyak tentang subjek tertentu hingga kita mulai mengajarkannya pada orang lain. Terlepas dari akibat-akibat perang, kampus ini bertumbuh pesat dan saya kembali melihat ekor pelangi saya.
Lalu datang, perekrutan militer kedua yang menghancurkan kampus saya, karena sebagian besar mahasiswa yang terdaftar di kampus saya direkrut. Dengan sekali pukul saya menghapus-bukukan pendapatan uang kuliah sebesar $75.000 sekaligus memberikan pelayanan saya kepada negara. Sekali lagi saya jatuh miskin!
 Malaglah nasib orang yang tidak pernah mengalami kemiskinan seumur hidupnya, sebab seperti yang dikatakan dengan jujur oleh Edward Bok, kemiskinan adalah pengalaman yang paling kaya yang mungkin dialami seseoarang, akan tetapi pengalaman yang mana Bok menasehati kita untuk keluar secepat mungkin.
ADALAH jauh lebih baik bergaul dengan sedikit orang benar daripada dengan banyak orang yang tidak benar, sebab akhirnya kebenaran selalu menang.



TITIK BALIK KETUJUH

 Sebelum saya mengakhiri, saya akan menguraikan pelajaran kolektif yang saya petik dari masing-masing titik balik di dalam kehidupan saya petik dari masing-masing titik balik dalam kehidupan saya. Akan tetapi terlebih dahulu izinkan saya menguraikan titik balik ketujuh dan terakhir ini. Untuk itu saya harus kembali ke hari yangmenentukan itu- yaitu 11 November 1918!
 Itulah hari genjatan senjata, akhir Perang Dunia 1. Seperti telah saya katakan, perang telah membuat saya miskin. Akan tetapi saya senang mengetahui bahwa pembantaian telah dihentikan dan nalar akan segera merebut peradaban.
 Ketika saya berdiri di dekat jendela kantor saya dan memandang keluar kepada massa yang sedang merayakan berakhirnya perang, pikiran saya ke hari-hari kemarin, terutama ke hari menentukan ketika pria lanjut usia yang murah hati itu meletakkan tangannya di pundak saya dan mengatakan  bahwa seandainya saya  meraih pendidikan, saya mungkin meninggalkan dampak saya di dunia. Tanpa sadar, ternyata selama itu saya secara bertahap meraih pendidikan. Selama lebih dari dua puluh tahun saya kuliah di Universitas Pencobaan Barat, seperti yang pasti sudah anda perhatikan dari uraian saya tentang berbagai titik balik dalam kehidupan saya itu. Ketika berdiri di dekat jendela tersebut, keseluruhan masa silam kehidupan saya dengan segala kenangan manis dan pahit, pasang surutnya, terpampang lagi dihadapan saya.
Sudah tiba saatnya untuk titik balik berikutnya!
Saya duduk di depan mesin ketik saya, dan di luar dugaan, ternyata jari-jemari saya menari di atas keyboard. Belum pernah saya menulis sedemikian cepat dan sedemikian mudah. Saya tidak merencanakan atau merenungkan apa yang saya tulis - saya terus saja menuliskan apa yang muncul di benak saya.
Di bawah sadar, saya sedang meletakkan landasan bagi titik balik terpenting di dalam kehidupan saya, sebab setelah selesai saya ternyata telah mempersiapkan sebuah dokumen  yang mana saya membiayai sebuah majalah nasional yang memungkinkan saya berhubungan dengan orang-orang di seluruh dunia yang berbahasa Inggris. Demikian hebat pengaruh dokumen ini terhadap karier saya sendiri, serta puluhan ribu orang lainnya, sehingga saya yakin para murid pun akan tertarik. Oleh karenanya, saya menerbitkan ulang di sini, persis seperti yang dimuat di dalam majalah Hill's Golden Rule di mana dokumen ini di terbitkan untuk pertama kalinya.

Sumber  : NAPOLEON HILL 101 HUKUM SUKSES - Memetik Keuntungan dari Kegagalan, Toleransi dan ATURAN EMAS

101 HUKUM SUKSES

TUJUAN UTAMA YANG PASTI


"Anda Bisa Melakukannya Kalau Anda Yakin Anda Bisa"