Jumat, 11 Juli 2014

Penyampaian Pelayanan Kepada Pelanggan

Ada empat hal yang akan kita bahas, yaitu mengutamakan pelayanan kepada pelanggan, membangun hubungan dengan pelanggan, menangani keluhan pelanggan, dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan. Mengutamakan pelayanan kepada pelanggan adalah salah satu keharusan bagi kita yang bekerja di sektor pelayanan kepada pelanggan.

Dalam praktiknya, pelanggan yang membutuhkan sesuatu yang perlu pelayanan sesuai dengan keinginan dibagi empat macam yaitu:
  1. Pelanggan yang sangat perlu akan bantuan seseorang (Customer service, Pramuniaga, atau kasir) untuk menuntun atau memperoleh informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan produk. Kebutuhan pelanggan tersebut di antarnya mencari produk yang diinginkan, memilih produk, meminta penjelasan tentang produk sampai dengan pembayaran di kasir. Pelayanan seperti ini biasanya diberikan untuk produk yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat.
  2. Pelanggan yang haya membutuhkan pertolongan atau bantuan seperlunya saja. Mereka hanya datang sebatas bertanya sesuai dengan kebutuhan mereka saja.
  3. Pelanggan membutuhkan bantuan melalui telepon. Pelanggan tidak berhadapan langsung secara fisik dengan kita, akan tetapi hanya melalui suara. Bantuan lewat telepon yang dapat diberikan misalnya informasi seputar produk, keluhan atau pesanan yang ingin dibeli.
  4. Pelanggan tidak perlu meminta bantuan petugas jika tidak dalam keadaan darurat. Misalnya pelayanan ATM.
Pada dasarnya, setiap pelanggan membutuhkan pelayanan yang maksimal, ramah, dan menyenangkan. Pelanggan adalah raja yang patut "dimuliakan" atau "dimanja" dengan pelayanan yang memuaskan. Tetapi seringkali kita mendengan keluhan dari para pelanggan kepada pihak produsen. Hal ini membuktikan tidak adanya sense of service quality sehingga membuat pelanggan kecewa. Oleh karena itu kita perlu mengetahui dasar-dasar pelayanan secara umum, di antaranya adalah:
  1. Berpakaian dan berpenampilan rapi dan bersih
  2. Perrcaya diri, bersikap akrab dan penuh dengan senyuman
  3. Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama jika sudah kenal
  4. Tenang, sopan, hormat, serta tekun mendengarkan setiap pembiacaraan
  5. Berbicara dengan bahasa yang baik dan benar
  6. Bergairah dalam melayani pelanggan dan tunjukan kemampuannya
  7. Jangan menyela atau memotong pembicaraan
  8. Mampu meyakinkan pelanggan serta memberikan kepuasan
  9. Meminta bantuan rekan senior
  10. Bila belum dapat melayani, beritahukan kapan akan dilayani.
Pada kenyataanya pemberian pelayanan yang baik kepada pelanggan bukan merupakan suatu hal yang mudah, mengingat banyak sekali kendala atau faktor-faktor tak terduga yang menjadikan kita tidak mampu melakukannya dengan baik.  Berikut beberapa ciri pelayanan yang baik yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan:
  1. Memiliki karyawan yang profesional, khususnya yang berhadapan langsung dengan pelanggan
  2. Tersedianya sarana prasarana yang baik yang dapat menunjang keancaran penjualan produk pelanggan secara cepat dan tepat waktu
  3. Tersedianya produk yang beragam, dengan kualitas dan pelayanan yang sama
  4. Bertanggung jawab peda pelanggan dari awal sampai selesai, artinya tidak melayani pelanggan secara setengah-setengah atau berusaha cuci tangan bila pelanggan penyampaikan keluhan
  5. Mampu melayani pelanggan secara cepat dan tepat, tentu jika dibandingkan dengan pihak pesaing
  6. Mampu berkomunikasi secara jelas, menyenangkan, dan mampu menangkap keinginan dan kebutuhan pelanggan
  7. Memberikan jaminan kerahasiaan setipa transaksi, terumata keuangan bagi dunia perbankan dan kamar bagi tamu hotel, dan sebagainya
  8. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang baik tentang produk yang dijual dan pengetahuan umum lainnya
  9. Mampu memberikan kepercayaan kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa yakin dengan apa yang telah dilakukan oleh perusahaan
Faktor utama dari pelayanan adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam melayani pelanggan atau calon pelanggan. Karena itu, SDM perlu dipersiapkan secara matang sebelumnya sehigga mampu memberikan pelayan secara optimal kepada calon pelanggannya.

Faktor keduanya adalah tersedianya sarana dan prasarana (fisik) yang dimiliki oleh perusahaan. Faktor ini sangat mendukung kualitas pelayanan yang diberikan nantinya.

Faktor tersedianya sarana dan prasarana tersebut misalnya ruangan yang lebar, pendingin yang cukup, penyusunan meja kursi yang rapi dan artistik, serta musik yang merdu dapat membuat suasana nyaman. Dengan suasana seperti itu, diharapkan pelanggan akan merasa betah melakukan transaksi bisnis di perusahaan kita.

Kamis, 10 Juli 2014

Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan

Pelanggan atau Customer adalah pembeli atau pemakai produk/jasa yang harus dihormati, karena merekalah kelangsungan hidup usaha dapat terjamin. Pelangkan, dengan demikian, dapat diibaratkan sebagai jantung perusahaan. Bila jantung berhenti berdenyut, perusahaan akan mati.

Secara umum, pengertian pelanggan suatu perusahaan adalah masyarakat dan organisasi pada umumnya yang membutuhkan produk dan jasa dan berpotensi untuk melakukan pembelian.

Selain pengertian di atas, beberapa pengertian mengenai pelanggandapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Pelanggan adalah orang yang paling penting dalam setiap kegiatan usaha(oraganisasi)
  2. Pelanggan adlah orang yang tidak bergantung pada diri kita, tetapi sebaliknya, kitalah yang bergantung padanya.
  3. Pelanggan yang tidak menginterupsi (mengganggu) pekerjaan kita, tetapi malah memberikan usulan bagi perbaikan usaha kita.
  4. Pelanggan datag sebagai sahabat. Maka, tidak pada tempatnya kalau kita menyambutnya dengan tidak pantas atau menyuruhnya menunggu sampai kita tidak sibuk lagi.
  5. Pelanggan adalah bagian terpenting dalam usaha kita, bukan orang luar perusahaan.
  6. Pelanggna adalah orang/lembaga yang melakukan pembelian produk/jasa secara berulang-ulang
  7. Pelanggan adalah orang yang memberi perhatian penuh terhadap produk/jasa yang kita tawarkakn.
  8. Pelanggan bukanlah sekedar uang dalam cash register kita, melainkan manusia dengan perasaan dan kemauan yang haarus kita hormati.
Untuk bisa mengetahui kebutuhan pelanggan, kita harus mengenal pelanggan atau calon pelanggan kita. Selain itu, kita harus dapat mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pelanggan. Mengenali pelanggan atau calon pelanggan berarti memahami harapan dan kebutuhan pelanggan. Jika harapan dan kebutuhan pelanggan telah terpenuhi maka kepuasan pelanggan akan terjadi. Mengenali pelanggan berarti kita harus tahu siapa yang menjadi langganan kita? Bagaimana tipe pelanggan kita? Untuk itu pada bagian ini kita akan membahas dua jenis pelanggan dan beberapa tipe pelanggan.

Kalau kita bebicara mengenai pelanggan, maka yang dimaksud dengan pelanggan itiu adalah pelanggan internal dan pelanggan eksternal.
  1. Pelanggan internal adalah orang-orang yang teribat dalam proses produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu perusahaan atau organisasi. 
  2. Pelanggan eksternal adalah orang-orang yang berada diluar organisasi suatu perusahaan, yang memerlukan dan menerima barang-barang atau jasa-jasa dari perusahaan.
Secara umum, yang dimaksud pelanggan dari suatu perusahaan pada dasarnya adalah pihak yang membeli produk-produk dan jasa-jasa pada suatu perusahaan. Bisa saja pelanggan itu adalah orang atau individu, tetapi juga suatu perusahaan.

Setiap pelanggan tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan demikian kita tidak dapat memperlakukan semmua pelanggan secara seragam dan sama. Pada bagian ini, kita akan membahas tipe-tipe pelanggan, sifat pelanggan, dan gaya pelanggan.

Psikolog Inggris yang bernama Johnstone mengemukakan bahwa pelanggan dikategorikan dalam beberapa tipe, antara lain pelanggan pria, pelanggan wanita, remaja, lanjut usia, pendiam, suka berbicara, gugup, ragu-ragu, pembantah, pelanggan yang sadar, pelanggan yang curiga, dan pelanggan yang angkuh.

  • Pelanggan Pria
Pelanggan pria biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Mudah terpengaruh bujukan penjual
  2. Sering tertipu karena tidak sabaran saat memilih dulu barang sebelum membeli sesuatu
  3. punya perasaan kurang enak jika memasuki toko tanpa membeli sesuatu
  4. Kurang berminat untuk berbelanja sehingga sering terburu-buru mengambil keputusan dalam membeli
  5. Mudah terpengaruh oleh nasihat yang baik, argumentasi yang objektif
  • Pelanggan Wanita
Pelanggan wanita biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Tidak mudah terbawa arus atau bujukan penjual
  2. Lebih tertarik pada warna dan bentuk, bukan pada kegunaannya karena wanita lebih perasa daripada pria
  3. Menyenangi hal-hal yang romantis daripada yang objektif
  4. Mudah meminta pandangan, pendapat, ataupun nasihat dari orang lain
  5. Kurang begitu tertarik pada hal-hal teknis dari barang yang akan dibelinya
  6. Senang berbelanja, sehingga sering kali sukar untuk cepat menentukan barang yang akan dibelinya
  7. Cepat merasakan suasana toko
  • Pelanggan Remaja
Pelanggan remaja biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Mudah terpengaruh rayuan penjual
  2. Mudah terbujuk rayuan iklan, terutama pada kerapian kertas pembungkus dan warna-warna yang menarik
  3. Tidak berpikir hemat
  4. Kurang realistis, romantis, dan mudah terbujuk
  • Pelanggan Lanjut usia
Pelanggan lanjut usia biasanya mempunyai tipe-tipe sebagai berikut:
  1. Memiliki pola pikir yang sesuai dengan pengalaman hidupnya
  2. Tidak bisa mengukuti perkembangan zaman
  3. Tidak terburu-buru dalam membeli barang
  4. Bertindak lamban dalam membeli barang
  5. Bersikap tenang dan ramah
  • Pelanggan Pendiam
Pelanggan yang pendiam biasanya paling sulit dihadapi karena:
  1. Seringkali merasa malu untuk menyatakan pendapatnya dengan jelas
  2. Tidak mau bahkan segan untuk berbicara karena sedang memikirkan sesuatu
  3. Tidak dapat memusatkan pikirannya pada suatu barang dan sering menunjukan kesan gugup
  4. Kurang mampu untuk berbicara
  • Pelanggan yang suka berbicara
Ciri pelanggan yang suka berbicara adalah banyak beribacara bahkan sering kali berbicara tentang segala hal tanpa menyinggung tujuannya dan seringkali objek pembicaraan menjadi ngawur.
  • Pelanggan yang ragu-ragu
Seringkali orang merasa sulit untuk memutuskan suatu pilihan karena ragu-ragu. Keragu-raguan itu biasanya disebabkan:
  1. Memang orangnya peragu
  2. Kondisi keuangan yang kurang memungkinkan
  3. Barang yang dibeli adalah untuk orang lain
  • Pelanggan yang suka membantah
Seringkali kita harus berhadapan dengan orang yang suka membantah. Ciri-ciri orang yang suka membantah antara lain :
  1. Biasanya sering beranggapan bahwa dirinya adalah orang yang paling pandai
  2. Enggan mendengarkan argumen dan penjelasan dari orang lain
  3. Suka membuat gaduh dan mengganggu pelayanan
  • Pelanggan yang sadar
Pelanggan yang yakin adalah pelanggan yang sadar akan dirinya sendiri. Ciri-cirinya adalah:
  1. Mengetahui sebelumnya akan apa yang mau dibelinya
  2. Masuk ke toko dengan penuh keyakinan
  3. Menyatakan keperluannya dengan ringkas dan jelas
  4. Tidak membuang waktu untuk menentukan barang yang akan dibeli
  5. Sulit dipengaruhi
  • Pelanggan yang curiga
Pelanggan yang curiga adalah orang yang selalu mencari kesalahan pada barang-barang yang ditawarkan atau kesalahan dari penjelasan-penjelasan yang diberikan orang yang melayaninya. Pada umumnya mereka adalah orang yang tidak tenang dan selalu merasa curiga akan diperas atau ditipu.
  • Pelanggan yang angkuh
Ciri-ciri pelanggan yang angkuh antara lain:
  1. Apa yang mereka lakukan sering berlebihan
  2. Congkak
  3. Mencoba memaksa untuk menjatuhkan harga barang
  4. Seringkali merendahkan orang lain.

Selasa, 22 April 2014

Kepercayaan Diri

Sikap ragu adalah musuh mematikan bagi kemajuan dan pengembangan diri. Tentunya sekarang bukan zamannya orang ragu, sebab sekarang adalah zaman dimana kita telah melihat lebih banyak hukum Alam terungkap dan diarahkan daripada yang pernah ditemukan dalam sejarah umat manusia.

Pemikiran adalah bentuk energi yang paling terorganisasi yang dikenal manusia, dan sekarang ini adalah zaman eksperimentasi dan riset yang membawa kita ke dalam pemahaman yang lebih mendalam tentang daya misterius yang disebut pemikiran, yang ada di dalam diri kita. Kita telah menemukan pikiran manusia untuk mengetahui bahwa seseorang mungkin membuang pengaruh-pengaruh ketakutan yang menumpuk selama seribu generasi, dengan bantuan prinsip Autosugesti.

Kita telah menemukan fakta bahwa ketakutan itulah penyebab utama segala bentuk kemiskinan, kegagalan dan kesengsaraan. Kita telah menemukan fakta bahwa orang yang mengatasi ketakutan bisa mencapai prestasi yang sukses dalam segala hal, terlepas dari segala upaya yang dilakukan untuk mengalahkannya.

Pengembangan kepercayaan dri dimulai dengan menghilangkan hantu yang disebut ketakutan, yang duduk di pundak seseorang dan berbisik ke telinganya "kamu tidak bisa melakukannya-kamu takut mencoba-kamu takut apa kata orang-kamu takut gagal-kamu takut tidak mampu".

Hantu ketakutan ini bisa kita atasi. Ilmu pengetahuan telah menemukan senjata kematian untuk mengusirnya, dan Pelajaran tentang kepercayaan diri ini telah menghasilkan senjata ini untuk Anda gunakan dalam bertempur dengan musuh kemajuan yang sudah setua zaman, yaitu ketakutan.

Enam ketakutan dasar umat manusia: setiap orang mewarisi pengaruh keenanm ketakutan dasar ini. di bawah keenanm ketakutan dasar ini mungkin ada ktakutan lain. Keenam ketakutan dasar atau utama inilah yang menjadi sumber dari ketakutan-ketakutan lainnya.
Keenam ketakutan dasar ini adalah:

  1. Takut Miskin
  2. Takut Tua
  3. Takut Dikritik
  4. Takut Kehilangan Seorang Kekasih
  5. Takut Sakit
  6. Takut Mati
Pelajari daftar di atas, lalu tentukan ketakutan Anda sendiri dan uraikan.

Hingga tingkatan tertentu, setiap manusia yang telah mencapai usia pengertian terikat oleh satu atau lebih ketakutan dasar ini. Sebagai langkah pertama dalam menghilangkan keenam penyakit ini mari kita memeriksa sumber-sumber dari mana kita mewarisinya.

Asal mula serta sifat dari Enam Musuh paling Buruk, yaitu keenam ketakutan dasar iitu, mulai dengan:
TAKUT MISKIN : Dibutuhkan keberanian untuk mengatakan kebenaran tentang asla usul ketakutan ini, dan mungkin dibutuhkan keberanian lebih besar lagi untukmenerima kebenaran tersebut. Takut miskin tumbuh dari kecenderungan yang diwarisi manusia untuk menguasai sesamanya secara ekonomi. Hampir segala bentuk hewan yang lebih rendah mempunyai naluri, tetapi tampaknya tidak mempunyai kekuatan untuk bernalar dan berfikir; oleh karenanya, hewan memangsa hewan lain secara fisik. Manusia, dengan nalurinya yang unggul, pemikiran dan nalar, tidak memakan sesamanya secara fisik; ia lebih puas menguasai sesamanya SECARA KEUANGAN!

Dari segala zaman yang kita kenal, zaman kita adalah zaman menyembah uang. Seorang manusia dianggap lebih rendah daripada debu kecuali ia dapat menunjukan rekening bank yang besar saldonya. Tidak ada yang mendatangkan penderitaan dan penghinaan lebih besar daripada KEMISKINAN. Wajar kalau manusia TAKUT miskin. Melalui warisan pengalaman panjang dengan sesamanya, manusia telah belajar bahwa sesamanya tidak selalu dapat dipercaya dalam urusan uang atau harta benda.

Banyak pernikahan bermula (dan sering juga berakhir) karena kekayaan yang dimiliki oleh salah satu atau kedua pihak yang menikah. Wajar saja kalau pengadulan perceraian demikian sibuk!
"Masyarakat" mungkin disebut demikian karena tidak dapat dilepaskan dari lambang uang. Demikian antusias manusia itu menguasai kekayaan sehingga akan mengupayakannya dengan segala cara; melalui metode metode legal kalau mungkin, melalui metode-metode lain kalau perlu.
Sungguh mengerikan, takut miskin itu!
Seseorang mungkin saja membunuh, merampok, memperkosa, dan melakukan segala macam kekerasan lainnya terhadap hak-hak orang lain dan tetap mempunyai status terpandang di mata sesamanya, ASALKAN ia tidak pernah kehilangan kekayaan. Oleh karenanya, kemiskinan adalah suatu kejahatan-dosa yang tidak terampuni.
Wajar saja manusia takut miskin!

Ketakutan dasar manusia yang kedua adalah :
TAKUT TUA : Ketakutan ini terutama tumbuh dari dua sumber. Pertama, pemikiran bahwa menjadi Tua mungkin disertai oleh KEMISKINAN. Kedua, dan sejauh ini sumber yang paling umum, dari ajaran-ajaran sektarian yang semu dan kejam telah demikian baik dicampur dengan "api dan belerang" dan "api pencucian" serta omong kosong lainnya sehingga manusia telah belajar takut Tua sebab hal itu berarti mendekati dunia lain yang mungkin jauh lebih MENGERIKAN daripada dunia yang sudah cukup buruk ini.

Manusia mempunyai dua alasan yang sangat mantap untuk takut Tua: yaitu ketitakpercayaan kepada sesama yang mungkin saja merebut hartanya, dan gambaran mengerikan tentang dunia yang akan datang, yang terlanjur ditanamkan dalam pikiran melalui hukum sifat keturunan sosial, lama sebelum ia sendiri berpikir seperti itu.
Wajar bukan kalau manusia takut Tua?

Ketakutan dasar manusia yang ketiga adalah :
TAKUT DIKRITIK : Bagaimana persisnya manusia mendaopatkan ketakutan ini akan sulit, kalau bukan tidak mungkin ditentukan, tetapi suatu hal yang pasti, manusia memang takut dikritik.
Apa yang menganggap bahwa ketakutan ini muncul dalam pikiran manusia kira-kira sejak timbulnya politik. Ada juga yang menganggap sumbernya tidak jauh daripada pertemuan pertama organisasi wanita yang disebut "Woman's Club".

Minggu, 09 Maret 2014

Tujuan Utama yang Pasti

Tujuan Utama yang Pasti

Tujuan utama apa pun yang pasti, yang sengaja ditanamkan dalam pikiran, dengan tekad untuk merealisasikan, pada akhirnya mewarnai keseluruhan pikiran bawah sadar hingga otomatis mempengaruhi tindakan fisik menuju tercapainya maksud tersebut.

Tujuan utama Anda yang pati dalam hidup anda hendaknya anda pilih dengan seksama, dan setelah dipilih, hendaknya ditulis dan ditempatkan dimana anda setidaknya akan melihatnya sekali setiap harinya, dengan maksud psikologi untuk mengesankan maksud tersebut pada pikiran bawah sadar anda dengan sedemikian rupa sehingga pikiran bawah sadar anda menerima maksud tersebut sebagai pola atau cetak biru yang pada akhirnya akan mendominasi kegiatan-kegiatan hidup anda dan menuntut anda, selangkah demi selangkah, dan tercapainya objek di balik maksud tersebut.

Prinsip psikologi yang mana yang anda dapat mengesankan tujuan utama anda yang pasti pada pikiran bawah sadar anda disebut Autosugesti, atau sugesti yang anda ulangi kepada diri sendiri. Hal itu adalah seperti hipnotis diri, tetapi jangan takut karenanya, sebab dengan bantuan prinsip itulah napoleon mengangkat dirinya dari status sebagai bangsa corsica yang miskin menjadi diktator Prancis. Dengan bantuan prinsip itulah Thomas A. Edison bangkit permulaan yang rendah sebagai penerus berita menjadi penemu terkemuka di dunia. Dengan bantuan prinsip itulah Lincoln menjembatani jurang yang lebar di antara kelahirannya sebagai orang miskin, di sebuah gubuk kayu di daerah pegunungan di Kentucky, dengan menjadi presidenbangsa terbesar di dunia ini. Dengan bantuan prinsip itulah Theodore Roosevelt menjadi salah seorang pemimpin paling agresif yang pernah meraih posisi kepresidenan Amerika Serikat.

Anda tidak perlu takut terhadap prinsip Autosugesti selama anda yakin bahwa tujuan yang anda upayakan itu akan membawa kebahagiaan yang langgeng. Pastikan tujuan utama anda yang pasti itu konstruktif; bahwa pencapaiannya tidak akan membawa kesusahan dan kesengsaraan bagi siapa pun; bahwa hal itu akan membawa kedamaian dan kemakmuran bagi Anda, lalu terapkan, sejauh yang anda pahami, prinsip sugesti ini untuk pencapaian maksud tersebut dengan cepat.

Orang yang bekerja keras tanpa tujuan utama yang pasti, yang didukung dengan rencana yang pasti untuk mencapainya, adalah serupa dengan kapal yang kehilangan alat penentu arahnya. Kerja keras dan niat baik tidaklah memadai untuk mengantarkan seseorang menuju sukses, sebab mana mungkin ia akan mengetahui bahwa ia telah meraih sukses kecuali ia telah menetapkan semacam tujuan yang pasti dalam pikirannya.

Kalau sukses tergantung pada kekuatan, dan kalau kekuatan adalah upaya yang diorganisasikan, dan kalau langkah pertama untuk mengorganisasikan adalah tujuan utama yang pasti, mudahlah kita lihat mengapa maksud seperti itu sangat penting.

Hingga seseorang memilih tujuan utama yang pasti dalam hidupnya, ia menyia-nyiakan energinya dan menyebarkan pemikiran ke banyak hal dan ke segala arah sehingga tidak menuntun pada kekuatan, melainkan pada tidak adanya keputusan dan kelemahan.

Demi kejelasan dan penekanan, mari kita kembali pada prinsip-prinsip psikologis yang menjadi dasar pelajaran ini, sebab akan rugi nantinya kalau Anda tidak memahami alasan sesungguhnya untuk memantapkan tujuan utama yang pasti dalam pikiran Anda. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut:

Pertama : Setiap gerakan sukarela dari tubuh manusia itu disebabkan, dikendalikan, dan diarahkan oleh pemikiran, melalui kerja pikiran

Kedua : Hadirnya pemikiran atau ide apa pun dalam kesadaran Anda cenderung menghasilkan perasaan yang terkait dan mendesak Anda untuk mengubah perasaan tersebut menjadi tindakan otot yang relevan, yang sungguh harmonis dengan sifat pemikiran tersebut.

Senin, 03 Maret 2014

101 HUKUM SUKSES

"Anda Bisa Melakukannya Kalau Anda Yakin Anda Bisa"

Anda berada di awal pelajaran filosofi yang untk pertama kalinya dalam sejarah dunia, disusun dari faktor-faktor yang telah dikenal, yang telah digunakan dan akan selalu digunakan oleh orang-orang sukses.

gaya literatur pelajaran ini dikesmapinhkan demi menyatakan prinsip-prinsip serta hukum-hukum sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh orang-orang dari segala bidang kehidupan.

Beberapa prinsip yang diuraikan dalam pelajaran ini sudah dikenal semua orang yang membaca pelajaran ini. Ada juga yang baru pertama kali dinyatakan disini. Hendaknya Anda ingat, mulai dari pelajaran pertama hingga terakhir nanti, bahwa nilai filosofinya terletak sepenuhnya dalam rangsangan pemikiran yang akan dihasilkan dalam pikiran sang murid, dan bukan sekedar dalam pelajaran-pelajaran itu sendiri.

Dengan kata lain, pelajaran ini dimaksudkan sebagai rangsangan pikiran yang akan dibuat sang murid menyusun dan mengarahkan daya-daya dalam pikirannya ke suatu tujuan yang PASTI, sehingga mengarahkan kekuatan luar biasa yang disia-siakan oleh sebagian besar orang dalam pemikiran yang tak terkendali, yang tidak jelas maksudnya.

Apa pun ide seseorang tentang definisi sukses, maksud utama itu penting sifatnya. Tetapi maksud utama adalah kualitas yang mungkin menuntut pemikiran tentang banyak hal terkait.

Tempat terbaik untuk mempelajari manusia adalah dalam pemikiran anda sendiri, dengan menginventarisasi DIRI SENDIRI setepat mungkin. Ketika anda benar-benar mengenali diri sendiri (kalau pernah) anda juga akan mengetahui banyak hal tentang orang lain.

Untuk mengenal orang lain, bukan seperti yang kelihatannya, melainkan sebagaimana sesungguhnya mereka itu, pelajari mereka melalui :

  1. Postur tubuh mereka, dan cara mereka berjalan
  2. Nada suara mereka, kualitasnya, tinggi nadanya, dan volumenya
  3. Mata Mereka, apa cenderung melirik ke sana kemari atau fokus
  4. Penggunaan kata-kata, kecenderungannya, sifat dan kualitasnya
Melalui jendela-jendela terbuka ini Anda mungkin secara harfiah "masuk ke dalam jiwa seseorang" dan mempelajari ORANG YANG SESUNGGUHNYA!

Melangkah lebih jauh, kalau anda ingin mengenal orang lain, pelajari mereka:
  • Ketika marah
  • Ketika jatuh cinta
  • Ketika menangani urusan uang
  • Ketika makan (sendirian dan merasa tidak ada yang memperhatikan)
  • Ketika menulis
  • Ketika menghadapi masalah
  • Ketika sedang bergembira dan penuh kemenangan
  • Ketika terpuruk dan kalah
  • Ketika menghadapi bencana berbahaya
  • Ketika berusaha memberikan "kesan baik" terhadap orang lain
  • Ketika diberi tahu tentang kemalangan orang lain
  • Ketika diberi tahu tentang keberuntungan orang lain
  • Ketika kalah dalam pertandingan olahraga
  • Ketika menang dalam olahraga
  • Ketika sendirian bermeditasi
Sebelum anda dapat mengenal siapapun, sebagaimana ia sesungguhnya, anda harus mengenali dia dalam segala suasana yang disebutkan di atas, dan mungkin lebih lagi, yang praktis sama dengan mengatakan bahwa anda tidak berhak menilai orang pada pandangan pertama.

penampilan memang penting, hal itu tidak perlu diragukan lagi, tetapi penampilan sering menyesatkan.

Hal ini sungguh janji yang luar biasa! janji itu tidak akan diberikan seandainya penulis filosofi ini belum mengetahui bahwa janji tersebut bisa dipenuhi dari bertahun-tahun eksperimen dan analisis.

"Tidak seorang pun layak disebut "TERPELAJAR" kalau belum "MENGENAL" Hukum Kopensasi seperti yang di uraikan oleh Emerson"

Tidak semua orang benar-benar ingin mengenal kebenaran tentang segalanya yang sangat mempengaruhi kehidupan. Dalam kegiatan riset, sa;ah satu hal yang sangat mengejutkan penulis pelajaran ini adalah bahwa demikina sedikit orang yang mau mendengarkan kebenaran yang menunjukan kelemahan-kelemahan sendiri.

Kita lebih memilih khayalan daripada realitas!
Kebenaran-kebenaran baru, kalaupun ada, diterima dengan "bumbu". Ada orang yang menuntut lebih daripada bumbu; kita menuntut cukup banyak untuk membumbui ide-ide baru sehingga menjadi tidak berguna.

Karena alasan-alasan inilah maka Pelajaran Peta Pikiran yang Positif dan juga pelajaran ini mencakup hal pokok yang di maksudkan menyiapkanjalan bagi ide-ide baru sehingga ide-ide tersebut tidak akan terlalu membuat pikiran sang murid terkejut.

Semua orang membutuhkan perubahan lingkungan mental berkala, sama seperti halnya perubahan dan variasi makanan itu penting sifatnya. Pikiran menjadi lebih peka, lebih elastis, dan lebih siap bekerja dengan cepat dan akurat setelah disegarkan dengan ide-ide baru di luar bidang pekerjaan sehari-hari.

Jangan takut terhadap ide-ide baru! Mungkin saja ide-ide baru itu menghasilkan perbedaan di antara kesuksesan dan kegagalan bagi Anda.

"Ada sikap yang menjadi penghalang segala informasi, yang menjadi penghalang segala argumentasi, dan yang pasti membuat seseorang selamanya tidak tahu apa-apa. Yaitu sikap menghina sebelum memeriksa"

Mungkin ada baiknya Anda ingat prinsip tersebut ketika mempelajari Hukum Peta Pikiran Positif yang diuraikan dalam pelajaran-pelajaran ini. Hukum ini menwujudkan prinsip yang sama sekali baru tentang cara kerja pikiran, dan karena alasan ini saja, banyak murid akan kesulitan menerimanya hingga mereka bereksperimen dengannya.

Tetapi ketika kita merenungkan bahwa Hukum Peta Pikiran yang Positif diyakini sebagai dasar sesungguhnya dari sebagian besar prestasi mereka di anggap genius, Hukum ini mempunyai aspek lain yang menuntut lebih dari sekedar opini "asal menilai"




Selasa, 25 Februari 2014


Spirit Human Development
Company Profile

Business is Really PEOPLE!
Keberadaan manusia dalam perusahaan memiliki posisi yang sangat vital. Keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang bekerja di dalamnya. berangkat dari kesadaran tersebut terdapat dua hal mendasar yang harus menjadi prioritas utama perhatian para pengelola perusahaan, yaitu :

  • Bagaimana mengupayakan agar sekelompok manusia yang bekerja pada perusahaan mampu melaksanakan tugas dengan baik (able to the job perfectly)
  • Bagaimana mengupayakan agar sekelompok manusia yang bekerja pada perusahaan mau melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya (willing to the job eagerly)
Bukan hal yang mudah. Tetapi bukan hal yang mustahil untuk dapat  dilaksanakan dengan baik. Bersama kami SPIRIT, kita akan lakukan kerja sama yang sinergis untuk mentranformasi perusahaan anda menjadi People Oriented Company yang dapat mengoptimalkan seluruh komponen sukses pada setiap individu di perusahaan.

About SPIRIT

Why We Are Different?
SPIRIT adalah Humanistic Approaching Consultant. Kami ingin mengelola perusahaan anda dengan sangat personal. Kami akan menjadikan perusahaan anda sebagai "perusahaan kami", kami akan mengelola karyawan anda seperti kami mengelola "karyawan kami", kami akan mengembangkan perusahaan anda seperti kami "mengembangkan perusahaan kami", sehingga kami akan melaksanakan seluruh bagian dari proyek ini dengan sepenuh hati.

Karena.. Kami tidak hanya peduli dengan bisnis anda tetapi kami lebih peduli dengan orang-orang anda!

SPIRIT berisi individu-individu dengan semangat tinggi dan dinamis dengan keinginan sangat besar untuk mengambil peran sebagai supportive team yang dapat membantu perusahaan dan individu-individu di dalam perusahaan untuk mengeluarkan potensi terbaik dari dirinya, karena manusia adalah gudang potensi yang dapat menjadi sangat luar biasa bila dikelola dengan baik.

SPIRIT ingin menjadi partner, rekan sharing mate perusahaan anda untuk bersama-sama berkembang, sesuai dengan motto kami Talk With Us, Share With us, And Blend With Us For the Brighter Future.

SPIRIT Vision
Make It Simple And Make It Grow in A Good Way!

SPIRIT Mission


  • Membangun perusahaan dengan fondasi yang tepat dan kuat.
  • Implementasi dengan optimal.
  • Evaluasi sebagai dasar perbaikan secara berkesinambungan.
  • Melibatkan seluruh komponen perusahaan dalam upaya perbaikan.
SPIRIT Philosophy
Kami tidak akan berada DI DEPAN anda, karena kami mungkin melangkah terlalu jauh meninggalkan anda.
Kami tidak akan berada DI BELAKANG anda, karena anda mungkin melupakan kami.
Tetapi kami akan berada DI SAMPING anda, karena kami teman anda, yang akan bersama-sama dengan anda menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang anda hadapi karena kami peduli !

SPIRIT Value
  • All Out - Total
  • Enthusiasm - Semangat Tinggi
  • Suitable - Sesuai Kebutuhan
  • With Heart - Dilakukan dengan Sepenuh Hati
How Does SPIRIT Work ?
  • Customize : Kami melayani Anda sesuai dengan kebutuhan Anda
  • Complete : A to Z, Kami berupaya untuk Memenuhi Seluruh Kebutuhan Anda.
  • Blend With Customer : Your Problem is Our Problrm.. Your Company ad Your Employee is Our Concern.
  • To Simplify : Membuat Proses Pengelolaan SDM Menjadi Lebih Sederhana dan Sistematik.
  • Continous improvement : Perbaikan Sedikit Demi Sedikit, Namun Berkesinambungan.
SPIRIT Service
  • Pengembangan SDM
  • HR System
  • Company Development
  • Information Technology System
  • Pengembangan Pendidikan
  • Konsultan Pelaksanaan CSR