Selasa, 25 November 2014

101 HUKUM SUKSSES

KEGAGALAN

"Anda Bisa Melakukannya Kalau Anda Yakin Anda Bisa!"

Dalam keadaan biasa, istilah "kegagalan" adalah istilah yang negatif.
Pertama mari kita membedakan antara "kegagalan" dan "kekalahan sementara." Mari kita melihat bahwayang demikian sering dipandang sebagai "kegagalan" sebenarnya hanyanlah "kekalahan sementara." lebih dari itu, mari kta melihat apakah kekalahan sementara ini bukan justru berkat tersamar, dimana kekalahan sementara menyentak kita dan mengarahkan kembali energi-energi kita secara lebih positif.
Mungkin saya bisa membantu menafsirkan makna kekalahan dengan mennceritakan beberapa pengalaman pribadi saya selama tiga puluh tahun. Setelah itu saya telah tujuh kali sampai pada titik balik, yang oleh mereka yang tidak berpengetahuan disebut "kegagalan." pada setiap titik balik ini, saya menyangka bahwa saya gagal, akan tetapi sekarang saya mengetahui apa yang tampak sebagai kegagalan itu ternyata tidak lebih dari tangan yang tidak kelihatan, yang murah hati, yang menghentikan saya dengan hikmat besar dan memaksa saya mengarahkan ulang upaya-upaya saya ke jalan yang lebih menguntungkan.

TITIK BALIK PERTAMA

  Setelah lulus dari perguruan tinggi bisnis, saya mendapatkan posisi sebagai juru steno dan justru pembukuan yang saya jalani selama lima tahun. |Berkat kebiasaan melakukan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik daripada yang dibayar, saya lebih cepat maju hingga saya diberi tanggung jawab dengan upah yang jauh lebih besar daripada yang lazimnyabagi orang seusia saya ketika itu. Saya menabung dan saldo rekening bank saya mencapai hingga beberapa ribu dollar ketika itu. Reputasi saya cepat menyebardan banyak pihak yang menawarkan posisi kepada saya.
Untuk menghadapi persaingan seperti itu, majikan saya mempromosikan saya ke Manajer Umum tambang dimana saya dipekerjakan.
Saya cepat sekali meraih puncak sukses dan saya sudah menduganya, ah! akan tetapi demikianlah bagian menyedihkan dari nasib saya dan saya sudah menduganya.
Lalu nasib yang murah hati menjangkau dan mengusik saya. Majikan saya kehilangan keberuntungannya dan saya kehilangan posisi saya. Demikianlah hal-hal yang luar kuasa saya, seharusnya saya belajar dari pengalaman ini, sayangnya saya baru belajar beberapa tahun kemudian.

TITIK BALIK KEDUA

 Posisi kedua saya sebagai Manajer Penjualan bagi sebuah pabrik kayu yang besar di wilayah Selatan. Kemajuan saya pesat, upah saya dua kali dinaikkan selama tahun pertama saja. Prestasi saya sangat baik dalam manajemen penjualan sehingga majikan saya menjadikan saya mitranya. Kami mulai meraup keuntungan dan saya mulai melihat diri dari puncak sukses lagi!
 "Berdiri di puncak sukses" memberikan sensasi mengagumkan, akan tetapi berbahaya sekali Anda berdiri di sana, kecuali Anda berdiri dengan teguh, sebab kejatuhannya demikian menyakitkan kalau Anda sampai tersandung.
Tangan Nasib yang tidak kelihatan memungkinkan saya memungkinkan saya membanggakan kesiaan saya sendiri hingga saya mulai merasa diri penting. Mengingat tahun-tahun yang menyadarkan saya kemudian, saya bertannya-tanya , apa Tangan yang Tidak kelihatan ini tidak sengaja membuat kita, manusia-manusia bodoh,membanggakan kesia-siaan diri, hingga kita melihat betapa tidak puas tindakan kita dan menjadi malu sendiri.
Sayang! nasib menunggu di tikungan jalan saya, seperti sambaran petir yang tiba-tiba dari langit yang cerah, kepanikan pada tahun 1907 meyapu saya dan dalam semalam bisnis saya hancur dan setiap dolar yang saya miliki lenyap.
Demikianlah kekalahan serius saya yang pertama! saya keliru menganggapnya sebagai sebagai kegagalan, padahal bukan sebelum saya mengakhiri pelajaran ini saya akan menjelaskan mengapa demikian



TITIK BALIK KETIGA


Karena kepanikan dan pada tahun 1907 dan kekalahan yang dialami, saya mengalihkan upaya-upaya dari bisnis perkayuan kestudi hukum.
Ketika kuliah dibidang hukum, saya menjalani dengan keyakinan teguh bahwa saya akan dua kali lebih siap mengejar ekor pelangi dan meraih pundi emas saya, sebab saya masih belum mempunyai konsepsi sukses yang lain selain uang dan kuasa.
Saya kuliah hukum pada waktu malam dan pada siang hari bekerja sebagai pramuniaga mobil. Pengalaman saya menjual dalam bisnis perkayuan ternyata memberikan keunggulan. Saya cepat maju, sangat berprestasi sehingga datanglah kesempatan untuk menekuni bisnis pembuatan mobil. Saya melihat kebutuhan akan mekanik mobil yang terlatih, oleh karenanya saya membuka departemen pendidikan di pabrik dan mulai melatih mekanik biasa merakit dan mereparasi mobil, dan dengan keuntungan bersih lebih dari seribu dolar per bulan.
Bankir saya mengetahui bahwa saya maju, oleh karenanya bersedia meminjamkan uang untuk melakukan ekspansi. Ciri aneh para Bankir-ciri yang mungkin kurang lebih juga berkembang pada diri kita-adalah bahwa mereka bersedia meminjamkan uang tanpa ragu ketika kita makmur!
Bankir saya banyak meminjamkan uang hingga saya banyak berhutang, lalu ia mengambil bisnis saya dengan tenang, seolah-olah memang miliknya, yang ternyata memang demikian!
Dari posisi sebagai seseorang yang menerima pendapatan lebih dari seribu dolar per bulan, saya tiba-tiba menjadi miskin.
SALAH seorang pemimpin terbesar yang pernah hidup menyatakan rahasia kepemimpinannya sebagai berikut :"kemurahan hati adalah lebih besar kuasanya daripada pemaksaan".
Dua puluh tahun setelah itu, saya bersyukur pada Nasib atas perubahan yang dipaksakan tersebut, sebab kekalahan tersebut membantu saya mengembangkan pengenalan akan diri sendiri ataupun orang lain, dan mengarahkan upayta-upaya saya ke dalam saluran yang membawakan pengalaman kaya yang memang saya butuhkan. Untuk pertama kalinya seumur hidup saya mulai menanyakan kepada diri sendiri, apa tidak mungkin saya menemukan sesuatu yang bernilai selain uang dan kuasa.

TITIK BALIK KEEMPAT


Karena keluarga istri saya berpengaruh, saya ditunjuk sebagai asisten kepala penasehat bagi salah satu perusahaan batu bara terbesar di dunia saat itu. Upah saya jauh lebih tinggi dibandingkanyang biasanya dibayarkan kepada asisten pemula.
Tanpa berkonsultasi dengan teman-teman, keluarga, saya tiba-tiba mengundurkan diri.
Saya mengundurkan diri karena pekerjaan tersebut terlalu mudah dan saya melakukannya dengan sedikit upaya. Saya memperoleh pendapatan yang memenuhi segalakebutuhan dan juga beberapa kemewahan, termasuk mobil dan bahan bakar yang cukup untuk menjalankannya. Langkah ini ternyata merupakan titik terpenting kedua dalam hidup saya, walaupun titik balik ini diusul dengan sepuluh tahun upaya yang membawa segala duka yang mungkin dialami manusia.
Janganlah menerima kekalahan apapun sebagai kegagalan hingga Anda mempunyai cukup waktu untuk menganalisis hasil akhirnya.
Membanggakan diri sungguh merupakan kondisi pikiran yang berbahaya. Ingatlah ketika segalanya menantang Anda, dari segala ekspresi wajah Anda, Ekspresi sukacitalah yang paling kuat memancar dari diri anda.


TITIK BALIK KELIMA

Saya telah meraih rekor yang demikian baik sebagai manajer periklanan sekolah korespondensi ini sehingga sang kepala sekolah meyakinan saya untuk mengundurkan diri, lalu menyertainya menekuni bisnis pembuatan gula-gula. Kami mengorganisasikan Betsy Ross Candy Company dan saya menjadi direkturnya yang pertama, memulai titik balik terpenting dalam kehidupan saya.
Bisnis ini tumbuh sangat pesat hingga kami mempunyai kelompok toko di delapan belas kota besar. Segalanya berjalan lancar hingga rekan bisnis saya dan orang ketiga yang telah kami ajak bermitra, berkeinginan mengambil alih kepemilikan bisnis saya tanpa membayarnya. 
Untuk pertama kalinya saya mulai sadarbahwa hati manusia sungguh kejam, tidak adil dan tidak jujur. 
Kejadian ini mengakibatkan putusnya hubungan diantara rekan-rekan bisnis saya dengan diri saya, yang akhirnya mengakibatkan saya kehilangan kepemilikan di dalam bisnis tersebut. akan tetapi hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerugian yang harus ditanggung oleh rekan-rekan saya, sebab mereka masih membayar dan pasti akan terus membayar  seumur hidup mereka.
Pada waktunya saya mendapatkan ganti rugi dari mantan rekan bisnis saya tersebut. Dan saya sebenarnya bisa meminta mereka dipenjarakan. Untuk pertama kalinya seumur hidup saya, saya mendapatkan kesempatan untuk membalas musuh-musuh saya dengan cara menyakitkan.
Akan tetapi, sungguh aneh perasaan yang melanda saya! Apa saya mau meminta musuh-musuh saya dipenjarakan, atau apa saya mau menggunakan kesempatan itu untuk memberikan belas kasihan kepada merek, sehingga membuktikan diri bahwa saya bukan sembarang orang?
Ketika itulah diletakkan di dalam hati saya, ada landasan yang menjadi dasar Pelajaran Aturan Emas, sebab saya memutuskan untuk membiarkan musuh-musuh saya bebas-dengan memberi mereka belas kasihan dan pengampunan.
Mungkin kita bisa mengelak dari hukum-hukum buatan manusia, tetapi kita tidak akan pernah dapat mengelak dari Hukum Kompensasi! Kita tidak akan ketakutan lagi atau berusaha lari dari pengalaman-pengalaman yang menguji seandainya kita memperhatikan dari biografi tokoh terkenal, bahwa hampir setiap tokoh tersebut diuji dengan berat dan mengalami pengalaman yang tidak berbelas kasihan sebelum pada akhirnya mereka tiba.


TITIK BALIK KEENAM

Sekarang kita sampai pada titik balik yang mungkin lebih mendekatkan saya pada ekor pelanginya dibandingkan dengan titik-titik balik lainnya. Titik balik ini datang tidak lama setelah mimpi sukses saya didalam bisnis gula-gula itu hancur, ketika saya mengalihkan perhatian saya untuk mengajar Periklanan Penjualan sebagai departemen salah satu perguruan tinggi di MiddleWest. Ada filsufnyang mengtakan bahwa kita tidak pernah belajar terlalu banyak tentang subjek tertentu hingga kita mulai mengajarkannya pada orang lain. Terlepas dari akibat-akibat perang, kampus ini bertumbuh pesat dan saya kembali melihat ekor pelangi saya.
Lalu datang, perekrutan militer kedua yang menghancurkan kampus saya, karena sebagian besar mahasiswa yang terdaftar di kampus saya direkrut. Dengan sekali pukul saya menghapus-bukukan pendapatan uang kuliah sebesar $75.000 sekaligus memberikan pelayanan saya kepada negara. Sekali lagi saya jatuh miskin!
 Malaglah nasib orang yang tidak pernah mengalami kemiskinan seumur hidupnya, sebab seperti yang dikatakan dengan jujur oleh Edward Bok, kemiskinan adalah pengalaman yang paling kaya yang mungkin dialami seseoarang, akan tetapi pengalaman yang mana Bok menasehati kita untuk keluar secepat mungkin.
ADALAH jauh lebih baik bergaul dengan sedikit orang benar daripada dengan banyak orang yang tidak benar, sebab akhirnya kebenaran selalu menang.



TITIK BALIK KETUJUH

 Sebelum saya mengakhiri, saya akan menguraikan pelajaran kolektif yang saya petik dari masing-masing titik balik di dalam kehidupan saya petik dari masing-masing titik balik dalam kehidupan saya. Akan tetapi terlebih dahulu izinkan saya menguraikan titik balik ketujuh dan terakhir ini. Untuk itu saya harus kembali ke hari yangmenentukan itu- yaitu 11 November 1918!
 Itulah hari genjatan senjata, akhir Perang Dunia 1. Seperti telah saya katakan, perang telah membuat saya miskin. Akan tetapi saya senang mengetahui bahwa pembantaian telah dihentikan dan nalar akan segera merebut peradaban.
 Ketika saya berdiri di dekat jendela kantor saya dan memandang keluar kepada massa yang sedang merayakan berakhirnya perang, pikiran saya ke hari-hari kemarin, terutama ke hari menentukan ketika pria lanjut usia yang murah hati itu meletakkan tangannya di pundak saya dan mengatakan  bahwa seandainya saya  meraih pendidikan, saya mungkin meninggalkan dampak saya di dunia. Tanpa sadar, ternyata selama itu saya secara bertahap meraih pendidikan. Selama lebih dari dua puluh tahun saya kuliah di Universitas Pencobaan Barat, seperti yang pasti sudah anda perhatikan dari uraian saya tentang berbagai titik balik dalam kehidupan saya itu. Ketika berdiri di dekat jendela tersebut, keseluruhan masa silam kehidupan saya dengan segala kenangan manis dan pahit, pasang surutnya, terpampang lagi dihadapan saya.
Sudah tiba saatnya untuk titik balik berikutnya!
Saya duduk di depan mesin ketik saya, dan di luar dugaan, ternyata jari-jemari saya menari di atas keyboard. Belum pernah saya menulis sedemikian cepat dan sedemikian mudah. Saya tidak merencanakan atau merenungkan apa yang saya tulis - saya terus saja menuliskan apa yang muncul di benak saya.
Di bawah sadar, saya sedang meletakkan landasan bagi titik balik terpenting di dalam kehidupan saya, sebab setelah selesai saya ternyata telah mempersiapkan sebuah dokumen  yang mana saya membiayai sebuah majalah nasional yang memungkinkan saya berhubungan dengan orang-orang di seluruh dunia yang berbahasa Inggris. Demikian hebat pengaruh dokumen ini terhadap karier saya sendiri, serta puluhan ribu orang lainnya, sehingga saya yakin para murid pun akan tertarik. Oleh karenanya, saya menerbitkan ulang di sini, persis seperti yang dimuat di dalam majalah Hill's Golden Rule di mana dokumen ini di terbitkan untuk pertama kalinya.

Sumber  : NAPOLEON HILL 101 HUKUM SUKSES - Memetik Keuntungan dari Kegagalan, Toleransi dan ATURAN EMAS

101 HUKUM SUKSES

TUJUAN UTAMA YANG PASTI


"Anda Bisa Melakukannya Kalau Anda Yakin Anda Bisa"

Selasa, 28 Oktober 2014

MEMILIH TUGAS



Sebelum memprbaiki teknik pendelegasian , tentukan terlebih dahulu tugas yang dapat atau mesti didelegasikan , proses pemilihan ini adalah nilai waktu anda dan bawahan anda , serta mengelompokan dan memprioritaskan aktifitas.

Menganalisa waktu

Cara mendistribusikan tugas dan mengolakasikan waktu perlu anda kendalikan , latilah berdasarkan kesesuaian antara lamanya tugas  diselesaikan dan jenis tugas anda , mulailah analisa dengan membuat jadwal terperinci setidaknya dua minggu , catatlah semuah aktifitas yang anda lakukan dan kapan melakukannya . mungkin akan terungkap bahwa waktu yanganda gunakan untuk tugas yang hanya bisa di pakai untuk kegiatan rutin yang mestinya bisa di delegasikan.

Memecahkan tugas –tugas anda

Setelah menganalisa penggunaan waktu, analisa tugas-tugas yang sedang anda kerjakan , bagilah tugas ke tiga kelompoksesuai uraian peter druker: tugas yang tak perlu dilakukan oleh anda maupun orang lkain; tugas yang dapat dan anda harus anda kerjakan sendiri. Gunakan gunakan perincian ini untuk mengurangi kegiatan yang tak perlu , mendelegasikan akan lebih banyak tugas , dan konsentrasi pada tugas –tugas khusus anda.
Memperhatikan paktor penting lainnya
Saat harus memilih tugas –tugas yang akan di delegasikan , ada beberapa hal yang harus di perhatikan . beberapa factor yang paling penting ialah :
·         Coret semua aktivitas yang tidak perlu
·         Fokuskan pada tugas yang hhanya dapat di kerjakan oleh anda;
·         Siapkan deleget berkualitas dan cocok untuk mengerjakan tugas;
·         Kalauperulu bicarakan pendelegasian dengan atasa.
Begitu anda mempertimbangkan dan bertindak atas factor –faktor ini jga hal-hal lain yang anda piker penting –anda dapat maju ke tahap proses pendelegasian selanjutnya memprioritaskan.

Memprioritaskan tugas

Setelah menentukan yang akan di delegasikan, alokasikan tugas  ini , lalu prioritaskanlah tugas yang akan anda kerjakan sendiri berdasarkan kepetingan dan urgensinya . mulailah hari dengan menyusun tugas ini dan kerjakanlah satu persatu berdasarkan prioritas. Kalau mungkin , selesaikan satu tugas sebelum tugas yang lain, semakin sering anda menerapkan system ini, semakin efektiflah anda.

Memperkirakan waktu

Ketika mendelegasikan tugas , anda harus tahu kira-kira berapa lama setiap tugas dapat di selesaikan , dasarkan perkiraan ini baik pada pengalaman anda maupun orang lain , usahakan tidak memberikan deleget anda yang amat ketat , tetapi doronglah mereka memperbaiki manajemn waktu dan waktu untuk melakukan satu tugas pendekatan ini penting dan efektif , anda dan mereka akan tahu bahwa waktu yang dihabiskan yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas-tugas rutin seringkali dapat dikurangi dengan memotong tahapan –tahapan yang tidak perlu atau dengan mengubah proses dan metodekerja 180 derajat

Mengelompokan Tugas 
Daftar yang harus di selesaikan baik oleh anda atau deleget akan terdiri dari aktifitas yang saling terkait atau memiliki kemiripan , pelajarilah aktivitas-aktifitas ini di kelompokanlah ke dalam katagori-katagori , administrasi , sdm atau ke uangan lalu delegasikan setiap katagoritugas kepada suatu orang . lebih penting lagi , jika anda meiliki deleget potensial yang menyukai dan terampil mengenai tugas-tugas administrasi maka kan amat sempurna jika orang itu yang mengenai tugas -tuga administrasi.
 
Menentukan Pilihantugas
Tugas yang anda delegasikan , betapa pun logis analisanya subjektifitas. pasti ada tugas yang mestinya anda delegasikan  tetapi anda sukai . Misalnya: anda memiliki tugas menghubungi pemasok tentu yang lama anda telah kenal , yang sebearnya bisa di tangani bawahan , memang hal ini tidakakan berdampak buruk bagi efktifitas tetapi jangan biarkan pilihan anda didiklet oleh perasaan tidak suka anda tak selalu bisa mendelegasikan tugas-tugas yang tak anda suka, jadi secara berkala , revisilah daftar tugas yang hanya bisa dilkakuakan oleh anda danpertimbangkan apakah daftar ini bisa di kurangi dengan cara melatih seseorang untuk mengerjakan tugas tersebut.

Sumber : HOW TO DELEGATE , Robert heller by Dian karya

Senin, 27 Oktober 2014

MEMBANGUN HUBUNGAN



Kejujuran , keterbukaan dan komunikasi adalah pentingnya bagi suksesnya pendelegasian , menciptakan rasa percaya dan teratasinya dan saling menghargain bisa di pupuk dengan managemen .

Berkomunikasi dengan baik

Perasaan tak  percaya dan negative akan timbul dalam diri staf bila manajemen tak mau membagi wawasan, berkomunikasi sesekali dan tidak lengkap atau tak berdusta . tapi kesalah pahaman dan kecurigaandapat terjadi meski orang mereka sedang membahas masalah secara terbuka dan jujur, ada manajer yang hanya mendengarkan apa yang mereka ingin dengar dan karyawan mungkin takut membatah mereka , untuk menjadi komunikator yang baik , jabarkan ide anda dengan jelas dan kembangkan kemampuan mendengar anda . ini akan mendorong orang lain untuk berbagi pikiran dan pendapat dengan anda.

Membandingkan persepsi

Ketika menilai apakah anda pendelegasian yang suka menolong dan berhasil,  ingatlah selalu pandangan deleget , dari cara melihat suatu keadaan , anda akan menemukan perbedaan besar . katakana bahwa anda menginginkan dan mengharapkan pendapat yang jujur tentang cara pendelegasian anda jika umpan balik yang anda terima , anda suka mencapuri dan tidak bisa di percaya, bertindaklah segera untuk memperbaikinya , semakin delegate sadar mereka punya tanggung jawab dan tak akan di kecam , semakin baik mereka berkerja.

Menghargai pendapat 

Hormatilah setiap orang seperti bagaimana anda ingin di hormati, sebab staf anda adalah mitra anda , saat mendelegasikan , tunjukan rasa hormat saat melimpahkan sebagaian tugas anda sebab anda percaya pada kemampuan mereka, mintalah opini deleget tentang penyelesaian tugas dan tunjukan anda akan mendengarkan opini mereka

Sumber : HOW TO DELEGATE , Robert heller by Dian karya

Minggu, 26 Oktober 2014

MEMUPUK BAKAT



Mengenali dan memanfaatkan bakat orang adalah unsur pekerjaan manajer yang pali produktif dan memuaskan orang berbakat –lagipula oran berbakat sering sulit dikendalikan , namun seemua usaha kita itu cukup bernilai.

Menemukan bakat 

Bakat pribadi dalam organisasi, terutama organisasi besar, sering kurang di manfaatkan bahkan tidak dilihat , diamati kalau ada bakat yang kurang atau tidak di manfaatkan dan usahakan agar orang itu bisa lebih di manfaatkan , ornag yang terlibat aktifitas bukan pekerjaan , sperti pelaksanaan acara social , mungkin merupakan sumber bakat terpendam . menggali bakat ke pemukaan tidak hanya mendongkrak karir orang itu , tetapi juga memperbesar potensi keberhasilan organisasi.

Merangang suksesi

akin berhasil seorang karyawan , semakin besar kemukinan ia meninggalkan perusahaan untuk meraih tawaran yang yang “ lebih baik” kita harus menerima ini, karena kita adalah teman dan pendukung yang membantu dalam bentuk dan menunjukan bakat ini. Namun ,promosinya akan meninggalkan kekosongan , kita harus selalu punya jawaban ata jawaban atas petanyaan “apa tindakan saya bila polan keluar?”. Mungkin kita bisa mereorganisasi pekerjaan supaya tidak di perlukan pengganti atau , kita bisa memberikan sesorang promosi yang menciptakan lowongan lain lagi, buat catatan sukses dan perbaharui secara berkala siapkan calon penerus bagi setiap posisi penting .

Memfokuskan pada kontribusi 
Apa sikap anda tentang orag yang tidak bisa: tentang (difficult),puas(demanding)ramah(disagreeable), patuh(disobedient, santun(dislikeable), tertib (disorgranizwd), damai(disputing) , hormat (disrespectful), selaras (discordant), ? pasti anda tidak menginginkan adanya seorang seperti itu dalam organisasi , bukan?, sifat “9D” menurut konsultan amerika Michael j kami adalah sifat “gorilla berbakat” yang bisa menjadi karyawan paling produktif yang anda miliki yang penting lihat kontribusi , buakan keperibadianya 

Sumber : managing people by , dian rakyat